Rahasia Dan Kekuatan Ilmu Hikmah translate
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Tata Cara Tentang Sholat Gerhana - niat shalat gerhana - hukum shalat gerhana

Tag :  tata cara shalat gerhana, niat shalat gerhana,tata cara shalat istisqa,tata cara shalat jenazah,
hukum shalat gerhana,niat shalat gerhana matahari,shalat gerhana islam,

 Tata Cara Tentang Sholat Gerhana

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka,at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama.
Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya.

Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa,
dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud.

Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku,
dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435-437)

Hal ini berdasarkan hadits-hadits tegas yang telah kami sebutkan:

“Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari, Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah).

Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku  dan empat kali sujud dalam dua raka’at. (HR. Muslim no. 901)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri, Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya.

Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’
tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut, Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Ringkasnya, tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut.

1. Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya, dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya, lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

3. Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

11. Tasyahud.

12. Salam.

13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo,a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1: 438)

Demikian lah Tata Cara Tentang Sholat Gerhana, Semoga kutipan ini dapat bermanfaat Ubtuk kita Semua Amieeen...
Baca Selengkapnya ...

Muslimah Jerman berpose telanjang di majalah Playboy

*JERMAN..  Sila Sahin adalah gadis keturunan Turki yang menetap di jerman. Awalnya Sila bukanlah sosok terkenal, namun popularitas bukanlah hal mustahil lagi berkat aktingnya yang memukau di opera sabun “Good Times, Bad Times” .


Muslimah Jerman berpose telanjang di majalah Playboy


*Orang tua Sila pun mengaku bangga. Tetapi kebanggaan itu tak berlangsung lama. Ibu Sila, bahkan menolak berbicara lagi dengan anaknya sejak pose telanjang Sila muncul di majalah Play Boy edisi Mei 2010.

*Dalam sampul itu, Sila tampil vulgar. Ia hanya mengenakan selendang tipis dan (maaf) payudara nya terbuka. Sebagai model bulan Mei, Sila juga muncul eksklusif dalam 12 halaman.

*Tak diragukan lagi, kecaman demi kecaman berdatangan. Bukan hanya dari Kaum Muslimin tetapi juga dari orang tua Sila sendiri, yang menyebut penampilan Sila di majalah dewasa itu adalah suatu peristiwa horror.

*Dalam dunia maya, situs Jihad Watch memasang poster berbunyi, “Dia harus membayarnya” sebagai reaksi tindakan Sila. Sementara itu Kaum Muslimin di Jerman juga memboikot Sila.

*Kecaman yang berdatangan toh tak membuat Sila gelisah, gadis berusia 25 tahun itu tenang-tenang saja. Sila mengatakan nekat berpose telanjang sebagai bentuk pemberontakan di masa mudanya. “Lewat foto ini saya ingin mengatakan, ‘wahai para perempuan, kita tidak harus selalu terkungkung oleh aturan’,” katanya.

*Selama bertahun-tahun Sila selalu merasa tertekan secara sosial. “Lewat foto ini saya menyatakan kebebasan,” ujarnya lagi.

*Kebebasan apakah yang hendak kau cari wahai saudariku? Kebebasan yang menyesatkan dengan iming-iming kesenangan dunia? Itukah motivasimu hingga engkau rela menggadaikan keimanan dan rasa malumu.  (rasularasy/arrahmah.com)

Sumber : http://www.arrahmah.com/read/2011/04/28/12111-31962.html
Baca Selengkapnya ...

47 orang Mujahid Al-Qaeda dieksekusi mati dengan tuduhan "terorisme"

*Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan telah mengeksekusi 47 orang terkait tuduhan “terorisme” pada Sabtu (2/1/2016) di 12 kota berbeda di Saudi.

Di antara ke-47 orang yang dihukum mati itu termasuk sejumlah Mujahidin yang dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam serangan-serangan Al-Qaeda pada tahun 2003 dan 2004. Mereka telah dipenjara selama sekitar 8 tahun.

Tidak ada seorangpun tahanan ISIS dalam daftar tersebut sebagaimana dilaporkan sejumlah media dalam beberapa hari terakhir sejak pelaksanaan eksekusi mati tersebut. Semua kasus merupakan tuduhan lama, di mana saat itu bahkan Islamic State of Irak (ISI) yang menjadi cikal bakal ISIS pun belum terbentuk.

Sementara itu, cabang Al-Qaeda di Yaman, Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP), telah mengecam pemerintah Saudi terkait keputusan eksekusi massal terhadap sejumlah Mujahidin Al-Qaeda dengan tuduhan “terorisme” di Arab Saudi tersebut.

Kiprah jihad Al-Qaeda di Saudi telah dimulai sejak AQAP belum terbentuk. Meletusnya aksi militer mereka telah berjalan sejak tahun 1996, dan puncaknya terjadi pada tahun 2002/2003. Sekitar 13 tahun yang lalu, Amir Al-Qaeda Arab Saudi dinyatakan syahid dalam baku tembak dengan tentara Saudi.

Dalam surat keputusan hukuman mati Saudi yang dimuat surat kabar Al-Riyadh, terdapat foto-foto dan nama-nama lengkap para tahanan yang dikaitkan dengan tuduhan kasus “terorisme” Al-Qaeda pada 1422, 1423, 1427 Hijriyah.


Berikut terjemah alasan vonis yang dikenakan Saudi terhadap para Mujahid Al-Qaeda tersebut.

*Para terdakwa tersebut menganut manhaj takfiri, yang memuat akidah khawarij yang menyelisihi Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ Salaf; menyebar luaskannya dengan sarana menyesatkan dan memasarkannya dengan beragam sarana; bergabung dengan kelompok-kelompok teroris, dan melaksanakan program-program terorisme mereka, seperti serangan terhadap asrama (apartemen tentara AS) Hamra’ dan asrama (tentara AS) Fienil di Riyadh tanggal 11/3/1424, serangan terhadap asrama (apartemen) perusahaan minyak bumi Arabian Petroleum Corp (AP Corp) dan Petroleum Center di Provinsi Khabar tanggal 11/4/1425.

*Menyerang markas intelijen dan militer Arab Saudi, yaitu menyerang kantor direktorat transportasi di Riyadh pada tanggal 2/3/1425 H, menyerang kantor mendagri dan markas pasukan anti teror pada tanggal 17/11/1425 H, usaha penyerangan terhadap pangkalan udara militer King Khalid di Provinsi Khamis Masyith, dan upaya penyerangan terhadap pangkalan udara militer Prince Sultan di Provinsi Kharaj, dan lain-lain.

*Melakukan serangan yang menargetkan ekonomi Arab Saudi dan mengganggu hubungan diplomatik Arab Saudi dengan negara-negara lain, yaitu serangan terhadap konsulat jendral AS di Jeddah pada tanggal 23/10/1425 H, serangan terhadap perusahaan minyak Aramco, dan perusakan terhadap fasilitas-fasilitas perusahan minyak bumi.

(aliakram/arrahmah.com)

Sumber http://www.arrahmah.com/news/2016/01/05/puluhan-mujahid-al-qaeda-dieksekusi-mati-saudi-dengan-tuduhan-terorisme-b.html
Baca Selengkapnya ...

Syiah, Ahmadiyah dan Kristen bersatu diskreditkan Islam di Bekasi

Syiah, Ahmadiyah dan Kristen bersatu diskreditkan Islam di Bekasi

(Arrahmah.com) – Pimpinan Daerah Persatuan Islam (Persis) Kota Bekasi menilai acara Festival/kebhinekaan lintas iman yang melibatkan HKBP, Syiah dan Ahmadiyah, Ahad (17/1/2016) di Alun alun Kota Bekasi.dimungkinkan sebagai pancingan untuk, lagi-lagi, proyek mendiskreditkan Islam dan umatnya oleh musuh-musuh Islam.

Untuk itu Umat Islam Bekasi dihimbau agar tetap waspada dan berhati hati menyikapi hal ini.

“Apalagi bila dikaitkan dengan kejadian bom Sarinah dan penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 kepada para terduga teroris belum lama ini,” demikian keterangan Persis kepada media termasuk Arrahmah.com, Ahad (17/1)

Pimpinan Daerah Persis Kota Bekasi lewat Ketuanya KH. Beben Mubarok, MA dan Sekretaris Wildan Hasan, M.Pd.I menyesalkan terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Jika benar kegiatan itu tanpa izin, maka hal itu merupakan bentuk kelalaian pemerintah dalam menjaga kondusifitas masyarakat kota bekasi sekaligus menunjukkan arogansi kalangan sesat dalam memperlihatkan eksistensinya,” jelasnya.

Menurut Persis Kota Bekasi dikhawatirkan apa yang ditunjukkan secara terbuka oleh Syiah dan Ahmadiyah mendapatkan dukungan oknum dari aparat pemerintah atau aparat keamanan.

“Terlihat dari betapa beraninya mereka show of force di pusat kota dan di depan Masjid Agung Al Barkah yang merupakan simbol agama umat Islam Bekasi.”

Patut diketahui Syiah dan Ahmadiyah telah difatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia. Keduanya merupakan aliran yang merusak Islam dan selama ini ditentang oleh umat Islam. Bahkan Pemerintah melarang pemeluk Ahmadiyah melakukan aktivitasnya. (azmuttaqin/arrahmah.com)


Sumber: http://www.arrahmah.com/news/2016/01/18/syiah-ahmadiyah-dan-kristen-bersatu-diskreditkan-islam-di-alun-alun-kota-bekasi.html
Baca Selengkapnya ...